Direktorat Pengairan dan Irigasi - BAPPENAS
Membuka...
:: MENU
:: NEWS
 
Quick Link :
 
WebSite Internal
 
WebSite BAPPENAS
 
External Site
 

 

 

     
 
IWRM Training Australia
 
     
 
IWRM Training
 
     
 
RPJMN
 
     
 
water network
 
     
 
Form Irigasi
 
     
 
19 Waduk Tak Berfungsi, Banjir Ancam Jateng
13 Nopember 2009

Anda pembaca berita ke 53
 
Semarang (Seputar-Indonesia.com 12/11/09) – Sekitar 19 waduk di Jateng mengalami sedimentasi sehingga tidak bisa optimal menampung air saat musim hujan.Akibatnya, dalam kondisi tertentu air meluber dan banjir mengancam masyarakat yang tinggal di kawasan hilir sungai.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Jateng Suryono Suripno mengungkapkan, saat ini separuh dari 38 waduk yang ada di Jateng, kondisinya sudah tidak memenuhi syarat. Menumpuknya sedimentasi lumpur membuat sejumlah waduk yang sebagian besar dibangun pada saat penjajahan Belanda tersebut kini tidak bisa lagi menampung air dalam jumlah yang besar. ”Sedimentasi menyebabkan fungsi waduk sebagai pengendali banjir tidak bisa optimal.

Apalagi gundulnya hutan membuat air yang seharusnya tertahan di daerah tangkapan air justru langsung mengalir menuju sungai.Akibatnya, kalau volume air melebihi kapasitas, maka sungai akan meluber dan terjadi banjir,” ujarnya. Waduk yang dalam kondisi kritis dan sedimentasinya cukup tinggi tersebut, rata-rata telah berusia antara 50–80 tahun.Padahal, usia maksimal waduk hanya 100 tahun. Sehingga tidak lama lagi waduk tersebut memang tidak bisa digunakan sama sekali. ”Untuk waduk yang dari segi usia memang sudah habis,memang harus ditutup dan dibangun waduk baru lagi sebagai pengganti di kawasan hulu,”paparnya.

Untuk waduk yang usianya sekitar 50 tahun, saat ini memang kondisi sedimentasinya sudah cukup parah. Upaya pengerukan tidak bisa dilakukan secara maksimal mengingat besarnya sedimentasi yang terjadi dan keterbatasan anggaran yang ada.Apalagi dana yang dibutuhkan untuk melakukan sedimentasi hampir sama dengan anggaran untuk membuat waduk baru. ”Namun, untuk waduk-waduk besar seperti Malahayu, Rawapening, Sempor, serta Wadaslintang, Cacaban dan Sudirman masuk bisa berfungsi.Walaupun terjadi sedimentasi, daya tampungnya masih cukup baik,”paparnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Prijantono Jarot Nugroho mengakui, menjelang musim penghujan, ancaman bencana banjir dan tanah longsor mengepung Jateng. Dari perhitungan pihaknya, ada 18 daerah di Jateng yang rawan terjadi banjir. Mulai dari Brebes, Pekalongan, Kendal,Semarang,Demak. ”Banjir bisa disebabkan banyak hal,mulai dari faktor alam, nonalam maupun faktor manusia. Oleh karena itu, selain melakukan sejumlah langkah antisipasi, kami juga meminta masyarakat untuk selalu waspada,”ujarnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Muhammad Haris meminta Pemprov Jateng memberikan perhatian lebih terhadap kondisi waduk. Sebab, kerusakan waduk selain mengakibatkan banjir, juga mengganggu ketahanan pangan di Jateng.
 
 
Bookmark and Share
   
 
Home Profile Forum Buku Tamu Contact
Copyright © 2009
Direktorat Pengairan dan Irigasi. All Right Reserved.
Direktorat Pengairan dan Irigasi - BAPPENAS
Jl.Taman Suropati No.2 Jakarta 10310
Telp.021-3926186, 021-3927511 Fax. 021-3149641