|
|
 |
| |
| |
|
|
Waduk Jatibarang Telan Dana Rp 1,7 Trilyun
|
|
|
|
16 Nopember 2009
|
|
|
|
Anda pembaca berita ke 129
|
|
|
Semarang (jakartapress.com 16/10/09) – Pembangunan mega proyek Waduk Jatibarang Semarang (Jateng) segera dimulai Nopember mendatang. Pembangunan akan menelan biaya sebesar Rp 1,7 trilyun dan diharapkan selesai tahun 2013. Pencanangan pembangunan waduk untuk mengatasi banjir dan air rob di Semarang ini dilakukan Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, Kamis (15/10).
Pembangunan waduk Jatibarang meliputi tiga komponen yakni komponen A pembangunan Waduk Jatibarang senilai Rp 600 miliar, komponen B normalisasi sungai banjir kanal barat (BKB) dan banjir kanal timur (BKT) sebesar Rp 300 miliar, kemudian . untuk komponen C yakni pembangunan Sistem Drainase Kali Semarang, Kali Asin dan Kali Baru beserta Kolam Retensi di Muara Kali Semarang senilai Rp 277 miliar.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana, Hartanto mengatakan mega proyek Jatibarang dilakukan dengan system join operation oleh tiga kontraktir yakni PT Brantas Abipraya, PT Wijaya Karya dan PT Waskita Karya. PT Brantas Abipraya sebagai kontraktor utama. Ketiganya juga mengerjakan proyek normaliasi sungai Banjir Kanal Barat, namun dengan kontraktor utama PT Waskita Karya.
”Pembangunan fisik direncanakan Nopember, namun kepastian waktunya menunggu persetujuan dahulu dengan penyandang dana yakni Japan International Cooperation Agency (JICA). Begitu JICA sudah setuju, kami tindaklanjuti dengan pembuatan surat perintah mulai kerja, kemudian kontraktor menggelar Pre Construction meeting,” kata Hartanto.
Menurut Hartanto langkah pembangunan pertama untuk Waduk Jatibarang kemungkinan akan dimulai dengan pembuatan jalan tembus sampai ke dasar bendungan. Kemudian, setelah lokasi dibersihkan, pekerja akan menggali dasar pondasi sampai laipas batuan terkuat sebagai fondasi bangunan.
Hartanto menambahkan, jika Waduk Jatibarang telah selesai kelak, akan mampu menampung 20 juta kubik air yang bisa dimanfaatkan untuk suplai air baku untuk wilayah Semarang barat. Volumenya sekitar 1 m3 per detik. Waduk juga akan mengatur debit air yang masuk dari daerah atas dan membendung yang datang dari laut sehingga mampu mengatasi banjir di Kota Semarang.
Sementara untuk lahan proyek waduk Jatibarang meliputi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Mijen dan Gunungpati yang membentang di 4 kelurahan yaitu Jatibarang, Jatirejo, Kedungpane, dan Kandri. Lahan yang belum dibebaskan berada di dua kelurahan yakni Kelurahan Jatirejo kecamatan Gunungpati seluas 44,16 Ha dan Kelurahan Jatibarang Kecamatan Mijen seluas 2,4 Ha.
Ditempat yang sama, Plt Sekda Kota Semarang Harini Krisniati mengatakan, dari 221, 65 Ha tanah yang diperlukan, saat ini sudah 142,95 Ha yang telah dibebaskan. Pemkot Semarang juga sudah membayarkan uang ganti rugi kepada warga sebesar Rp. 86. 654.861.750. Lahan yang belum dibebaskan ada 78,7 Ha.
”Sebanyak 30 persen lahan yang belum dibebasbaskan, tidak akan mengganggu proyek pembangunan. Hal ini karena semuanya berada di lahan calon tapak bendungan atau daerah genangan. Diharapkan pembebasan lahan akan selesai maksimal pada 2012,” kata Harini.
|
| |
| |
|
|
|
| |
|
|
|
 |
|