|
|
 |
| |
| |
|
|
20 Sungai Pemasok Air Danau Limboto Kering
|
|
|
|
20 Nopember 2009
|
|
|
|
Anda pembaca berita ke 67
|
|
|
GORONTALO (mediaindonesia.com 19/11/09) - Sebanyak 20 sungai yang menjadi pemasok air bagi Danau Limboto kini dalam keadaan kering sehingga menjadi salah satu penyebab kian memburuknya ekosistem danau terbesar di Provinsi Gorontalo itu.
Rugaya Biki Kepala Bidang Pelestarian Lingkungan, Badan Lingkungan hidup Riset dan Teknologi Informasi (Balihristi) Provinsi Gorontalo Rugaya Biki, Kamis (19/11), mengatakan kini tinggal tersisa tiga sungai, yaitu : Ketiga sungai tersebut yakni Alo-alo, Pohu, dan Bionga, yang semuanya berada di Kabupaten Gorontalo yang menjadi pemasok air bagi Danau Limboto .
\\\\\\\"Karakteristik Danau Limboto memang berbeda dengan danau lain yang pada umumnya memiliki sumber mata air sendiri,\\\\\\\" katanya.
Keringnya 20 sungai pemasok air Danau Limboto itu, menurut dia, disebabkan kerusakan lingkungan serta sejumlah sungai yang bersifat tadah hujan.
Pada musim hujan seperti sekarang, lanjut Rugaya, puluhan sungai yang kering itu hanya bisa memasok lumpur ke Danau Limboto sehingga menambah tingkat sedimentasi.
Puluhan tahun lalu tepatnya pada 1932 kedalaman Danau Limboto masih mencapai 30 meter dengan luas 7.000 hektare (Ha).
Penurunan secara drastis mulai terjadi pada 1961, di mana kedalaman danau rata-rata berkurang menjadi 10 meter dengan luas menjadi 4.250 Ha.
Saat ini, kedalaman Danau Limboto tinggal 2,5 meter dengan luas 3.000 Ha. Pendangkalan danau antara lain disebabkan maraknya usaha pertanian yang tidak mengindahkan konservasi tanah dan kegiatan pembukaan hutan secara ilegal (illegal logging) di daerah hulu sungai, serta kegiatan budidaya perikanan yang kurang ramah lingkungan.
|
| |
| |
|
|
|
| |
|
|
|
 |
|